Bermain Cinta Dengan Tukang Rental

Sebagai tujuan wisata,Bali juga merupakan tujuan wisata sex kaum wanita.Perempuan Eropa, Amerika, Jepang, banyak yang datang ke Bali mencari lelaki gigolo yang mau dibayar untuk mengentoti mereka. Bahkan gigolo di Bali tidak ragu menawarkan diri [tubuhnya] pada perempuan asing [perempuan bule atau Jepang], kalau-kalau perempuan itu berminat menyewa tubuhnya untuk dinikmati.Jika perempuan itu sudah biasa menyewa gigolo untuk pasangan ngentot, tidak jarang mereka tanya dulu :

“Are you Balinese?”,artinya:”Loe orang Bali atau bukan?”.Biasanya perempuan-perempuan asing hanya mau ngentot dengan cowok Bali saja.Mungkin karena kebanyakan cowok Bali tidak sunat [kulup,un-cut] atau karena alasan lain[?].Aku juga pernah dengar juga bahwa banyak cowok Bali yang kuat ngentot-nya. Mampu beberapa kali sehari.Yach! Siapa yang tidak ingin melakukan hubungan sex[apakah itu sex -sejenis ataupun sex-lain-jenis] dengan laki-laki yang mampu mengeluarkan pejuh beberapa kali dalam sehari? Pasti nikmat sekali dan puasss sekali, bukan? Agh! Ta’i! Kontol! Pejuh! Jembut!

Di Bali,di samping ada gigolo yang biasa melayani perempuan,tentu saja ada gigolo yang mau melayani lelaki atau juga melayani lelaki atau perempuan [bi-sex].

Meskipun aku sudah sering ke Bali dan sebagai seorang lelaki homosex aku sudah sering merasakan nikmatnya main cabul dengan cowok Bali, tapi aku belum dapat merasakan sesuatu yang berbeda antara main sex sejenis dengan cowok Bali ataupun dengan cowok non-Bali. Sama saja! Sama-sama nikmattt!!!. Salah satu lelaki Bali yang tubuh [dan jiwanya] pernah aku nikmati adalah Bagus Dharma.Aku jumpa Bagus di suatu perusahaan rental mobil. Sebetul-nya kantor cabang [dari organisasi PBB tempatku bekerja] di Bali juga punya dua mobil dinas yang boleh aku pinjam kapan saja aku mau.Tetapi hari itu aku mengantar seorang temanku turis bule dari Jerman yang mau menyewa mobil buat beberapa hari.

Di tempat sewa mobil itu aku jumpa Bagus yang memang punya tampang bagus dan tubuh bagus. Dasar aku cowok gay yang tak tahu malu,saat itupun aku langsung saja jatuh-hati pada Bagus yang memang aduhai indahnya itu.Bagus berwajah tampan dan ber -kulit coklat-jantan, lengan atasnya besar dan kekar,sehingga lengan bajunya terkesan sesak dan lengan bawahnya menunjukkan hasil latihan beban yang intens. Terus terang kontolku jadi ngaceng berada dekat-dekat Bagus yang tampan,jantan, dan menawan itu! Walaupun pada awalnya yang aku ragu-kan adalah apakah Bagus sunat atau tidak.

Bagus aku ajak ngobrol agak lama.Untuk memuaskan mata,telinga,kontol,dan hatiku,dengan berada di dekat-dekat dia. Semula aku hanya tahu namanya Bagus.Karena orang-orang yang ada di tempat sewa mobil itu memanggilnya dengan panggilan : “Gus”.

Karena aku sering ke Bali, aku sudah tahu kalau di Bali ada lelaki dipanggil “Gus”, biasanya dia dari kasta Brahmana. Gus singkatan dari Bagus, kependekan dari Ida bagus - semacam gelar untuk Brahmana laki-laki. Dari obrolan itu aku tahu nama lengkap Bagus ada lah Ida Bagus Dharma dan hal-hal pribadi lainnya. Ternyata Bagus baru satu bulan tinggal di Bali. Sebelumnya Bagus tinggal dan besar di Jakarta.Dia kuliah di Bali dan bekerja sambilan bantu-bantu pamannya yang punya rental mobil.

Selama ngobrol dengan Bagus,aku merasa nyambung. Baik dalam hal topik pembicaraan,maupun perasaan. Aku merasa ada empati dan simpati di antara kami berdua. Aku merasa damai dan tenteram berada di dekat-dekat Bagus. Seperti lirik lagu Indonesia berjudul “Kemesraan” yang menjadi lagu Indonesia favoritku : ….hatiku damai, jiwaku tenteram di sampingmu…!

Meskipun aku seorang karateka,bertubuh besar dan ukuran Eropa yang hobby main kasar dan keras,tapi aku selalu saja merasa tenteram dan damai jika berada di samping laki-laki besar, kekar,atletis, dan tampan yang aku kagumi dan cintai seperti Bagus.

Kebetulan kantor rental mobil itu tidak terlalu sibuk hari itu. Sementara temanku turis Jerman sialan itu sudah berlalu, aku tetap nongkrong di situ ngobrol dengan Bagus dan menikmati keindahan penampilannya - keindahan wajah dan tubuhnya.

Akhirnya aku berhasil minta[menyewa] Bagus untuk menemani aku keliling Bali dengan mobil rental yang aku sewa dari situ. Meskipun Bagus baru satu bulan pindah ke Bali, tetapi dia sering pulang kampung ke Bali dan hafal jalanan antar-kota di Pulau Dewata itu.

Agar aku bisa puas menikmati kebersamaanku dengan Bagus,aku sengaja memperpanjang kunjunganku untuk seminggu lagi.Sebagai Country Director tentu saja aku punya kewenangan dan kesewenang-wenangan buat menyatakan bahwa aku perlu tinggal seminggu lagi di Bali.Basis kantorku dan tempat kerjaku ada lah di Dili[Timor Leste].Maka aku menelepon stafku di Dili dan mengatakan bahwa aku harus menghadiri pertemuan [rapat?] dengan pengungsi Timor Leste di Bali.Tentu saja aku hanya mengarang.Aku memang sudah menjadi pejabat PBB [United Nations] tulen, yang ciri-khasnya adalah pembohong dan pemalas!

Kebetulan staf-ku di Dili yang orang Timor Leste umum-nya bodoh semua, sedangkan yang orang bule atau orang non-Timor Leste juga tidak akan pernah peduli dengan apakah aku ada dikantor atau tidak. Yang penting mereka dapat gaji besar dan mereka memang tidak pernah kerja dan tidak pernah mampu bekerja apa pun juga. Sama dengan semua staf PBB yang ada di seluruh dunia sialan ini. Ta’i!

Karena itulah Kurt Waldheim yang mantan Perwira SS[Perwira Nazi] berhasil dipilih jadi Sekretaris Jenderal PBB,Ahmadou Mochtar Mbow yang koruptor berhasil terpilih jadi Direktur Jenderal UNESCO, dan Paul Wolfowitz dipilih sebagai Presiden Bank Dunia[World Bank,suatu badan PBB].

Paul Wolfowitz yang mantan Dubes AS di Jakarta dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri AS,akhirnya dipecat sebagai Presiden Bank karena terbukti dia menyalahgunakan wewenang dengan cara memberi gaji lebih-besar pada seorang staf cewek Bank Dunia yang dipacarinya dan bukan tidak mungkin sering dientotinya juga! Ta’i! Dasar bule-Yahudi bejat tidak bermoral!!!

PEMUDA YANG PERCAYA DIRI

Keesokan harinya sesuai dengan perjanjian, Bagus datang ke hotelku. Hari masih pagi sekitar pukul 07:00 Waktu Indonesia Tengah. Aku mengajak Bagus menemani aku makan pagi di coffee shop hotel itu. Selesai makan pagi aku mengajaknya berenang di kolam renang hotel.Seperti biasa,masalahnya Bagus tidak membawa celana renang.Tetapi kebetulan aku punya satu set celana renang baru berbagai ukuran yang memang biasa aku bawa,kalau-kalau ada teman yang perlu. Bagus aku suruh mencoba.

Saat itu aku kagum dan bangga kepada Bagus.Atas rasa percaya dirinya[PD] dan sikap kelaki-lakian-nya.Bagus adalah pemuda yang percaya diri!Karena dia langsung saja membuka pakaiannya dihadapanku.

Tanpa malu dan tanpa ragu, Bagus lalu telanjang bulat untuk mencoba celana renang model kancut bikini yang minim dan “maximum exposure” itu. Saat itulah aku dapat melihat dengan mata-kepala sendiri keindahan tubuh Bagus.Otot dadanya amat menonjol ke depan dan ditancapi sepasang puting susu yang jantan-kelaki-lakian,tegang melenting.

Perutnya rata tapi membentuk six-packs. Semuanya itu pastilah hasil dari latihan fisik dan latihan beban yang intens. Kontol Bagus, besar dan [aku bersyukur] bahwa ternyata Bagus sunat dan sunat-nya pun “high and tight”. Di bawah kontolnya ber-gantung sepasang biji peler yang besarnya serasi dengan ukuran batang kontolnya! Jembutnya yang hitam dan lebat tumbuh luas, jadi latar belakang keindahan kontol dan biji pelernya yang jantan! Bagus seperti dapat membaca pikiranku.Entah apa sebabnya dia berkata :

“Aku sunat waktu umur tujuh belas.Orangtuaku juga nggak tahu”.

Aku tidak bereaksi.Walau aku ingin juga membahas tentang sunat, suatu topik favoritku. Tetapi aku harus berpura-pura tidak berminat pada kontolnya! Gengsi,dong!Padahal aku sudah ingin sekali untuk mengisapnya!

Waktu Bagus mengangkat tangannya keatas,aku dapat melihat bulu-keteknya yang hitam tumbuh memanjang di dataran ketiaknya. Indah dan tampak merangsang sekali!

Kebetulan kancut size-L[Large] yang dicoba Bagus pas sekali.Penampilan Bagus jadi tambah sexy.Aku pun berbasa-basi pada Bagus :

“Sudah dipakai saja.Kita langsung berenang.Nanti aku ambilkan jas untuk berenang”.

Yang aku maksud dengan jas untuk berenang adalah semacam kimono atau kamer-jas dari bahan kain handuk putih yang biasanya dipakai penghuni hotel untuk menutup tubuhnya waktu berjalan dari kamar ke kolam renang. Jas semacam itu selalu tersedia di kamar hotel di Bali - tiap kamar dua stel.

MENGISAP KONTOL BAGUS

Aku berjalan ke arah lemari lalu aku melepaskan pakaianku dan mengenakan kancut-renang.Waktu itu aku masih dalam keadaan ngaceng berat karena baru dihadapkan pada keindahan dan ketelanjangan tubuh Bagus yang jantan,sempurna,dan memukau itu!Kancut -renang yang kupakai sama modelnya dengan kancut yang dipakai Bagus.Hanya beda warna. Aku memang suka sekali memakai kancut-minim yang “maximum-exposure”,karena tubuhku bagus,atletis,berotot! Selain itu dengan hanya memnkai kancut-minim aku merasa seakan sedang bertelanjang bulat, nikmat!

Tubuhku benar-benar “jadi” [terbentuk], atletis dan berotot! Semua itu berkat latihan fisik dan latihan beban intens yang aku lakukan secara rutin,sistematis,dan progresif,setiap hari, sejak aku berumur enambelas tahun.Itupun masih ditambah dengan lari pagi 5 km setiap hari. Latihan fisik seperti itu disertai konsumsi aphrodisiac [zat penambah potensi gairah sex] seperti MACA, telah membuat nafsu-berahiku selalu menggebu-gebu tidak tertahankan,dan jika dilampiaskan nikmatnya bukan buatan! Aku mengambil jas-renang dari lemari.Tapi pikiran -ku sudah galau dan kacau.Aku tidak bisa berpikir jernih lagi,jantungku terasa berdebar-debar dan aliran darahku seakan berdesir-desir.Kedua puting susuku terasa tegang, melenting,ketat dan nikmat!

Bagus “terpaksa” harus aku jadikan sasaran untuk pelampiasan nafsu,gairah,dan berahiku yang sedang memuncak itu! Aku masih mampu berjalan mendekati Bagus dari arah belakang dengan maksud untuk menyerahkan jas -renang yang sudah aku pegang dari tadi. Tubuhnya yang besar dan kekar itu membuat tubuhku seakan bergidik dan bergetar.

Bagus ketika itu sedang berdiri menghadap ke arah jendela kamar yang sedang terbuka lebar.Dia hanya mengenakan kancut-renang yang baru dicoba tadi.

Alih-alih menyerahkan jas-renang itu,aku malahan tertarik memeluk tubuhnya dari belakang. Bagus kaget tergelinjang dan berkata setengah tertawa :

“Geli ..Pak!”

Aku malahan meraba puting susunya yang ketat dan rabaanku itu membangkitkan rasa nikmat di kalbu-ku yang sedang berahi itu!

Tubuhku sama tinggi dengan tubuh Bagus sehingga aku leluasa untuk memeluknya. Aku mencium bau harum parfum deodoran dan juga parfum lelakinya yang mungkin sesudah mandi pagi dia semprotkan ke baju dan tubuhnya!

Pelukan tubuhku yang nyaris telanjang pada tubuh Bagus yang juga hampir telanjang itu menyebab-kan aku dapat merasakan ketat, keras, dan kenyal-nya tubuh Bagus, cowok Bali yang sudah sunat itu! Kemudian aku berlutut dan memlorotkan kancutnya ke bawah sampai terjela setengah paha : kontol, biji-peler dan jembutnya sudah kelihatan olehku!

“Jangan Pak! Saya mau diapain”, kata Bagus. Tapi dia tidak menahan tanganku untuk tidak memlorot-kan kancutnya kebawah.Aku diam saja dan aku mulai mengisap kontolnya yang besar dan disunat ketat itu tanpa izinnya. Mengisap kontol memang suatu kegiatan yang jadi favoritku,apalagi kontol cowok yang aku kagumi!

Bagus membiarkan saja aku menikmati kontolnya.Dia bahkan agak mengangkangkan kakinya, seperti mau memperkuat atau meperkokoh pijakan kakinya diatas lantai. Tapi Bagus masih sempat berkata :

“Lho, katanya mau berenang. Jadi nggak?”

Aku tidak menjawab dan meneruskan saja menjilati dan mengisap kontol Bagus yang makin mengeras, tegang, dan mengacung! Kepala kontolnya [glans penis] tampak memerah-ungu dan jadi berkilat oleh jilatan lidah dan ludahku.Tanganku sekali-sekali mengocok kontol Bagus untuk menambah-nambah rasa nikmatnya.

Kedua puting susu Bagus tampak makin melenting saja,apalagi sekali-sekali puting susunya aku raba dan aku pijit dan pijat! Agh! Nikmat!

Tidak berapa lama kemudian Bagus mulai gelisah, dia mulai mengeluh dan melenguh seperti kerbau sedang memamah biak : MMMPH..MMMPH..MMMPH. Pasti dia sedang merasa amat nikmat di kontolnya. Lalu dia seperti ingin menyodok-nyodokkan kontolnya ke dalam tenggorokanku sampai aku hampir tersedak [keselek].Dengan cara begitu Bagus ingin menambah rasa nikmat di kontolnya dan …. kemudian Bagus seperti ada sesuatu yang penting dan darurat,dia berkata :

“Aku mau keluar Pak….”,tapi tidak aku hiraukan. Kemudian.. CROOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOT!Pejuh Bagus muncrat keluar, nikmat, dan banyak. Semua pejuhnya aku isap,jilat dan telan ke dalam ususku. Ceceran pejuhnya yang berlepetan di jembut dan pahanya aku biarkan saja mengering sendiri.

EPILOG

Pagi itu kami tidak jadi berenang dan tidak jadi keluar. Kami melanjutkan main cabul di kamarku. Ternyata Bagus memang kuat [seperti juga mythos yang berkembang tentang cowok Bali].Bagus keluar pejuh lima kali hari itu. Yang dua kali pertama adalah aku yang isap.Berikutnya,dua kali lagi dia menyodomi lobang pantatku! Yang sekali lagi, dia muncrat waktu silitnya aku embat dengan kontolku, sambil tanganku tak putus-putus mengocok kontol-nya, sampai pejuhnya muncrat! Ta’i!

9 Responses to “Bermain Cinta Dengan Tukang Rental”

  1. ajarin aq bercinta at 0857 5210 1518

  2. ajari aq bercinta at 085752101518

  3. he’… he’… he’…

  4. 081268 66 73 67 RAFLI

  5. aku ingin dientot kontolmu yang gedhe….08999940755

  6. Uy,,,bagi gw kontol donk!!!btw minggu dpn gw mo ke bali neh,informasiin tempat2 gay di bali donk,,,

  7. please call me

    sexy_voice_gril

    08995489961

  8. .. B9i koNtol’a donk. . Please call me..

    085782833380

  9. 085658787875 ni no q

Leave a Reply