Bermain Dengan Aktivis

Sejak Timor Leste menjadi negara merdeka,keamanan di negara sialan itu selalu diurus oleh orang-asing[bule Australia] yang menyebut dirinya Peace Keeping Force.Anggota Peace Keeping Force berasal dari berbagai negara, termasuk Malaysia.

Ada sekitar 400 anggota Tentara Di-Raja Malaysia [TDRM] yang masuk Timor Leste.Tentara lokal Timor Leste tak dapat berfungsi efektif, karena mereka selalu bentrok antar mereka sendiri. Antara lain bentrokan tentara yang berasal dari bagian timur dengan tentara yang berasal dari bagian barat Timor Leste.

Timor Leste memang lebih tepat jika dipimpin atau diperintah oleh orang-asing.Oleh karena itu ada gagasan untuk menjadikan Timor Leste semacam “commonwealth” di bawah pemerintahan Australia atau Portugal atau Vatican.

Atau menjadikannya suatu wilayah yang berada di bawah dua negara yaitu Australia-Portugal,seperti yang pernah terjadi dengan Wilayah New-Hebridies [sekarang Vanuatu] yang sebelum merdeka dijajah atau diperintah bersama oleh dua negara [co- dominion] yaitu Inggris dan Perancis.

Gagasan lain adalah menjadikan Timor Leste suatu negara merdeka dengan Sri Paus di Vatican sebagai Kepala Negara[Head of State].Seperti Ratu Inggris - Elizabeth II, yang berperan juga sebagai Ratu dan Kepala Negara Canada, Australia, New Zealand, Papua Nugini dan beberapa negara ex-British Colony lainnya.

Dengan pola di bawah pemerintahan[administration] atau jajahan tiga negara:Australia,Portugal,dan Vatican, maka kekuasaan akan dibagi tiga yaitu : (1)Vatican yang diwakili Sri Paus menjadi Kepala Negara Timor Leste, (2) Portugal akan mengurus Wilayah Timur - yang merupakan wilayah pelayanan rohani Diosis Baucau,(3) Australia akan mengurus Wilayah Barat - yang merupakan wilayah pelayanan rohani Diosis Dili.

Sebagai lambang adanya souvereignity[kedaulatan] rakyat Timor Leste,maka akan diangkat tiga orang Perdana Menteri Tituler[Kehormatan] yang mewakili (a)orang Timor Leste Asli,(b)orang campuran Porto -Timor,(c)orang pelarian[orang Portugis kelahiran Timor yang pernah kabur ke Angola, Mozambik, Cabo Verde, Macau, Portugal-Metropole atau Brasil].

Untungnya gagasan sialan tersebut hanya dijadikan wacana.Kalau saja gagasan-gila itu dilaksanakan, maka semua organisasi internasional harus angkat kaki dari Timor Leste.Akibatnya bule-bule gembel sialan yang mencari makan di Timor Leste akan kehilangan mata-pencahariannya dan mereka akan jadi gelandangan-intenasional yang hidup dari tunjangan sosial di Australia atau di Uni Eropa.

Australia sendiri berusaha keras menguasai Timor Leste sendirian,agar bisa mengeruk apa saja yang ada di Timor Leste. Sebagai contoh adalah minyak di Celah Timor [Timor Gap] yang 80%-90% hasilnya diambil Australia semua, sedangkan Timor Leste akan diberi jatah 10%-20% keuntungan.Tentu saja setelah diperhitungkan dulu biaya exploitasi dan explorasi minyak tersebut. Pengerukan kekayaan alam seperti itu sudah sejak lama dilakukan oleh Australia di Papua Nugini - ex-jajahannya yang dengan bahasa resminya dulu disebut : “Wilayah Perwalian PBB di bawah Administrasi Australia”.

Walaupun selama 450 tahun penjajahan Portugal di Timor Leste tidak dilakukan pembangunan apa-pun juga. Tapi pada dasarnya orang Timor Leste dari generasi-tua lebih suka berada di bawah Portugal. Karena mereka terlanjur dicekoki bahwa apa-apa yang berasal dari Porto [Portugis] adalah yang terbaik di dunia!Apalagi orang Portugis dianggap sebagai penyelamat [salvador] karena mereka lah yang membawa agama Katholik ke Timor Leste.

HUBUNGAN SEX-SEJENIS DENGAN TDRM

Waktu aku masih di Singapura, aku sudah sering melakukan hubungan sex-sejenis dengan cowok-cowok Melayu dan aku selalu mendapatkan kepuasan [orgasme,puncak syahwat] yang luar biasa nikmat-nya!

Oleh karena itu, selama masih ada askar TDRM yang bertugas di Timor Leste, aku berusaha keras menyiasati untuk bisa melakukan hubungan homosex [sex-sejenis] dengan salah seorang dari mereka -tentu saja yang orang Melayu. Bayangkan, betapa nikmatnya melakukan hubungan sex-sejenis dengan orang Melayu - anggota tentara lagi [askar]. Demikianlah pikiran cabulku mengkhayal dan ber-fantasi.

Untuk dapat menggaet salah seorang askar TDRM maka pada malam hari aku berusaha sering-sering datang ke kafe dan restoran yang jadi favorit tentara Peace Keeping Force yang berasal dari berbagai negara.

Demikianlah pada suatu malam aku datang ke salah satu kafe bersama Alfredo [staf-ku di kantor]. Malam itu aku bertemu banyak askar Malaysia dan aku sempat bertegur-sapa dengan mereka.Salah satu di antaranya adalah Johan - seorang officer.Entah pangkatnya apa, aku tidak paham.Tetapi Che’ Johan orangnya tampan dan tubuhnya atletis, dia orang Melayu pula. Jadi,lengkaplah kiranya persyaratan yang aku inginkan.Aku amat tergiur dengan lengan-nya yang berotot, kekar, dan atletis.Tampak amat merangsang, sampai kontolku jadi ngaceng, tegang dan mengeras melihatnya - nikmat! Lengan bajunya militernya yang rapi jadi terkesan kekecilan oleh biseps-nya yang besar,kekar dan berotot itu!Agh! Jantan dan kelaki-lakian sekali penampilan Bang Johan malam itu!

Dengan penampilan Bang Johan yang tinggi besar dan kekar dan militeristik seperti itu,tentu saja aku jadi “amat berharap” agar kontol Bang Johan berukuran besar dan sudah sunat!Dan jembut serta bulu-ketek Bang Johan juga semoga lumayan indah!

Che’ Johan,yang kemudian aku panggil Bang Johan, juga punya kepribadian yang ramah dan humoris. Aku merasa cocok dengan Bang Johan,mudah-mudahan beliau begitu juga adanya. Aku makin suka Bang Johan karena aku sama-samar mencium bau harum dan segar parfum lelaki dari tubuhnya.Aku memang suka lelaki harum dan aku benci lelaki yang bau ketek atau bau jigong[ta'i gigi].Sebelum aku berpisah dengan Bang Johan malam itu, aku bertukar nomor cellular phone [HP]. Aku tak tahu apakah anggota militer boleh memberikan nomor HP-nya pada orang yang baru dikenal?Tapi apa peduliku?Nyatanya aku dapat nomor HP Bang Johan. Setelah pertemuan pertamaku dengan Bang Johan aku masih sempat jumpa beliau dua-tiga kali lagi di kafe yang sama. Sekali-sekali aku juga menelepon Bang Johan atau beliau menelepon aku. Semua itu berlangsung sekitar sebulan dan pada bulan itu aku jadi betah tinggal di Dili. Semua rencana perjalananku ke luar Timor Leste untuk mengejar [hunting] cowok aku batalkan!

Agar Bang Johan betah mengobrol dengan aku,sekali -sekali aku belokkan topik pembicaraanku ke topik militer.Bang Johan jadi bersemangat jika aku ajak bicara soal militer.Beliau pernah cerita tentang Grup Gerak Cepat[GGC},Pasukan Khas Laut [PASKAL], Pasukan Gerakan Khas [PGK], Pasukan Khas Udara [PASKAU]dan Unit Selam Tempur[UST] yang ada dalam organisasi TDRM.

HUBUNGAN SEX DENGAN BANG JOHAN

Pada menjelang akhir minggu keempat perjumpaanku dengan Bang Johan,beliau memberikan surprise buat aku dengan mengunjungi aku di kantorku.Tentu saja aku merasa amat bahagia sekali.Ada dua orang anak buah Bang Johan yang mengawalnya, tetapi mereka menunggu di luar.Aku menyuruh salah seorang staf-ku orang Timor Leste untuk menemani mereka.

Bang Johan aku persilahkan duduk di kamar kerja-ku dan aku menghidangkan beberapa minuman kaleng buatan Malaysia yang aku beli di Singapura.Canned drink atau minuman kaleng itu merupakan kegemaran Bang Johan. Sebelumnya aku sudah pernah memberi-kan beberapa kaleng itu kepada Bang Johan untuk dibawa ke camp-nya di sekitar Dili.

Itu lah pertama kalinya aku bisa duduk berduaan saja dengan Bang Johan.Biasanya aku jumpa beliau di kafe dimana ada banyak orang dan juga banyak teman beliau dan temanku di sekitar kami. Rupanya kali itu merupakan hari perpisahanku dengan Bang Johan. Karena seluruh pasukan Peace Keeping Corps Malaysia akan ditarik pulang.Bang Johan sengaja datang untuk pamitan dan menyampai-kan selamat tinggal - good bye. Ada rasa sedih, galau, nyeri di jantung dan ulu-hatiku, karena harus berpisah dengan abang yang dengan sesungguh -nya aku amat cintai itu.

Ketika Bang Johan akan pergi aku berpelukan. Aku merasakan harum parfum dari tubuh dan pakaian seragamnya.Aku tak mau melepaskan pelukanku dari tubuh kekarnya. Aku merasa nikmat dan tenteram dalam pelukan abangku yang tampan, kekar, dan atletis, serta bertubuh indah - sang askar tak berguna itu!

Tiba-tiba aku terdorong untuk melumat bibirnya yang ranum,merah merona,dan jantan kelaki-lakian. Kami berciuman, bercipokan dengan bernafsu. Aku amat bersyukur bahwa ternyata abang yang amat aku puja itu juga suka bercipokan dengan sesama jenis dan hal itu tak mengurangi rasa hormat dan cinta-ku kepada beliau.

Kami kembali duduk di sofa yang lebar itu. Bang Johan mendorong aku sampai aku terbaring setengah duduk terlentang di sofa. Lalu beliau melepaskan kancing bajuku.Aku pun tak mau kalah, melepaskan kancing baju beliau. Dalam waktu beberapa detik saja kami telah berhadapan dengan dada terbuka.

Kami sama-sama tak mengenakan kaos dalam.Saat itu aku dapat melihat tubuh Bang Johan yang ternyata teramat indah jantan, berotot,amat kelaki-lakian!

Otot dadanya menonjol ke depan dihiasi sepasang puting susu yang tegang-melenting!Jantan sekali! Aku segera menjilati kedua puting susu dan juga belahan dadanya. Nikmat! Aku merasakan tetesan keringat yang asin, gurih dan jantan di dadanya.

Keringat abangku yang amat aku cintai. Kontolku tambah menegang ketika aku menampak bulu-ketek-nya yang lebat, jantan, indah, khas bulu-ketek cowok Melayu.Aku menyosor ketiak dan bulu ketek-nya dengan mulut dan bibirku. Nikmat! Bang Johan tersenyum melihat gairahku yang menggebu kepada tubuhnya Melayunya yang jantan dan kelaki-lakian itu! Agh! Tubuh seorang askar!

Aku pun melepaskan kait-kait celananya, menurun-kan ritsletingnya, memplorotkan celana dan kancut militernya dan …AGH!Aku segera menampak akan kontol Bang Johan yang amat besar,indah, jantan dan kelaki-lakian.Kepala kontolnya amat besar dan memerah-ungu berkilat! Aku tak mau menunda untuk merebut kenikmatan dari kontol abangku itu!Maka aku pun mengisap dan menyedotnya dengan bernafsu.

Aku merasakan jembutnya yang rontok ada di bibir dan di lidahku.Sekali-sekali aku harus mengambil jembut abangku dari mulutku dengan jariku!Tangan-ku juga sekali-sekali memijat kontol Bang Johan supaya dia merasa tambah nikmat. Tanganku yang satu lagi memplorotkan kancut dan celanaku supaya aku juga bisa menikmati percabulan terhormat itu sambil bertelanjang bulat, agar terasa bertambah nikmat!

Aku berjongkok bertelanjang bulat untuk memudah-kan pekerjaanku melakukan blow-job yang teramat berhormat itu! Bang Johan setengah duduk di sofa terpejam keenakan! Beliau melenguh dan mengeluh karena rasa nikmat yang amat sangat di kontol-nya …MMMPH..MMMPH..MMMPH…! Kemudian beliau seperti mendorong-dorongkan kontolnya ke mulutku untuk menambah lagi rasa nikmat di kontolnya.Aku menahan diri jangan sampai gerak beliau membuat aku tersedak[keselek] dan tak lama kemudiaan aku mendengar suara Bang Johan :

“Aku ‘dah ‘nak pancut!”,[Bahasa Malaysia yang artinya:"Pejuh gw udah mau keluar'"]dan aku pun menunda sedotanku sebentar,sekedar agar aku bisa berkata :

“Abang pancutkan sahaja mani abang dengan teramat nikmat!!”,lalu segera saja aku merasakan tubuh Bang Johan seakan agak mengejang, dan kemudian : CROOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOT!

Pejuh Bang Johan muncrat masuk mulutku,terpancar ke bibirku,dan tumpah ke dagu dan dadaku. Bahkan ada yang mengenai puting-susuku sebelah kiri!Aku merasa mandi bertabur dan bersimbah pejuh abang-ku yang amat aku cintai dan saat itu aku merasa amat bahagia!

Pejuh yang masuk mulutku langsung aku telan.Yang menempel di bibirku aku jilat dengan lidahku agar dapat aku telan juga! Bau harum pejuh Bang Johan semerbak dalam kamar kerja ta’i dan sialan itu! Sementara aku sedang merasakan kebahagiaan minum pejuh askar TDRM itu, Bang Johan tiba-tiba saja bangkit dan berkata :

“Aku ‘nak semburit jubur awak”,[artinya : "Gw mau ngentotin bo'ol-lu"].Aku pun bersiap-siap untuk memasangkan silitku.Agar beliau lebih mudah untuk menyodomi silitku.Tetapi tiba-tiba aku merasakan pedih-perih di bokongku diiringi suara : PLAKK! PLAKK!PLAKK!PLAKK!Rupanya beliau menggampar dulu bokongku[spanking]untuk membangkitkan nafsu sadis -nya. Beliau masih sempat menggampar bokongku beberapa kali lagi [sampai aku merasa nyeri dan sesudah itu selama dua hari aku merasa nyeri di bokongku kalau aku duduk!].Aku merasa bahwa Bang Johan belum puas sebelum aku merintih kesakitan. Karena itu aku sengaja bersikap seperti orang kesakitan dan aku memekik tertahan [supaya Bang Johan puas] :

“Jangan Bang! Sakit Bang!”,tapi Bang Johan masih terus saja menggampar bokongku:PLAKK!PLAKK!PLAKK!PLAKK! Setelah aku terdiam seperti orang pingsan, barulah beliau berhenti menyiksa aku!Rupanya Bang Johan baru puas kalau korbannya sudah lemas macam orang pingsan atau benar-benar pingsan.Aku tidak marah atau sakit hati dihajar begitu oleh Bang Johan.Aku justru bangga dan bahagia aku dijadikan sasaran buat pelampiasan nafsu sadis beliau! Aku setengah tertelungkup melendotkan dadaku di sofa. Mungkin kulit bokongku yang telanjang sudah jadi memerah-biru, kebanyakan digampar tangan-karate Bang Johan!Sementara itu silitku sudah exposed [terpapar] menghadap ke arah Bang Johan.

Entah apa yang dilakukan Bang Johan dari buritan-ku,tetapi aku kemudian merasakan benda keras dan kenyal menyodok silitku.Lalu aku merasa bokongku tertekan-tekan ke depan menjepitkan kontolku ke sofa - nikmat, sakit, bahagia, senang, bangga, terasa di jiwa, kontol, boolku dan entah dimana lagi!

Jepitan sofa ke kontolku itu menyebabkan kontol-ku terloco-loco sampai kontolku jadi mengeluarkan pejuh dan terasa nikmat: CROOOOOOOOT!CROOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOT!CROOOOOOOOOOOT! Nyawaku dan roh-ku seakan terbang, moksa ke nirwana, mengantarkan jiwaku mencapai tingkatan kesunyataan mulia. Aku merasa telah mencapai tingkatan Sang Boddisatwa. Tidak berapa lama kemudian aku merasa Bang Johan mencabut kontolnya dari silitku dan sepertinya beliau melampiaskan pejuhnya [untuk yang kedua kalinya siang itu] di luar lobang pantatku….!Tapi dalam keadaan begitu HP Bang Johan tiba-tiba berdering….masih bertelanjang bulat, Bang Johan menjawabnya.Entah rupanya Bang Johan harus segera kembali ke camp-nya.Maka maka dengan teburu-buru beliau mengenakan kancut,celana dan baju seragam-nya.Sementara itu kontolnya masih saja meleleh- lelehkan pejuh yang kedua.Akupun juga cepat-cepat berpakaian.Karena aku juga harus membukakan pintu kamar kerjaku dan mengantarkan beliau keluar.

Bang Johan pamit,terburu-buru beliau meloncat ke mobil dinas militer berwarna putih yang bertulis-kan huruf besar-besar”UN” itu diikuti oleh kedua orang anak-buah yang mengawalnya. Aku berharap semoga bau semerbak pejuh Bang Johan tidak sampai tercium oleh anak buahnya dalam mobil! Khususnya tidak tercium anak buah yang duduk di sampingnya dan menyetir mobil “UN” itu.

EPILOG

Itu lah pengalaman indahku dengan Bang Johan - askar TDRM yang bertugas sebagai Peace Keeping Force di Timor Leste.

Setelah kejadian itu aku tak pernah kontak beliau lagi dan aku memang tak mau mengontak beliau.Aku khawatir hubunganku dengan beliau akan mengurangi derjah dan kedudukan serta kehormatan yang beliau punyai selaku askar.Biarlah apa pun yang pernah terjadi antara aku dan beliau jadi kenangan indah bagiku - bagiku sahaja! Sampai akhir masa! Ta’i!

Leave a Reply